Lorraine-Dietrich (Prancis, 1908)
Bukan kereta kuda, tetapi Lorraine-Dietrich tahun 1908 yang luar biasa dari Prancis, mobil klasik ini terkenal dengan roda kayunya yang lebar dan lampu depan bulat berbingkai kuningan yang elegan. Di bawah kap mesin terdapat mesin bensin 4 silinder segaris 5.700 cc yang menghasilkan tenaga 28 tenaga kuda. Mobil bersejarah yang luar biasa ini pernah dimiliki oleh seorang anggota Asosiasi Pecinta Mobil Klasik Indonesia (PPMKI).
Chevrolet Series AA Capitol delivery truck (1927)
Ditenagai oleh mesin empat silinder segaris berkapasitas 2,8 liter, model ikonik ini membantu GM melampaui dominasi pasar global Ford pada tahun 1927.
Keunikannya terletak pada konstruksi kabin berangka kayu yang langka; akibatnya, unit-unit dari era pra-perang yang masih bertahan kini sangat jarang ditemukan karena faktor usia dan kerusakan pada komponen kayunya. Dengan ciri khas berupa roda berjari-jari kayu berwarna merah bergaya "artileri" serta bak kargo model "stake bed" (bak terbuka dengan pagar samping dari kayu), kendaraan ini selalu berhasil memikat perhatian siapa pun yang melihatnya.
Dodge Series D5 (1937)
Dodge Series D5 tahun 1937 merupakan perwujudan rekayasa otomotif di penghujung masa Depresi Besar, yang membangun reputasi berkat konstruksi bodi baja yang tangguh. Desainnya yang unik menampilkan ciri khas berupa gril depan terpisah serta kenop dasbor yang dirancang menjorok ke dalam demi faktor keselamatan, menjadikannya contoh sempurna dari puncak gaya "Art Deco" dan desain streamline.
Sektor penggeraknya menawarkan performa andal berkat mesin enam silinder segaris berkapasitas 218 inci kubik yang menghasilkan tenaga 87 daya kuda, dipadukan dengan transmisi manual tiga percepatan. Meskipun sekitar 295.000 unit diproduksi dalam berbagai konfigurasi bodi, unit yang masih bertahan dalam kondisi prima kini tergolong langka.
MG TC (1945 - 1949)
MG TC adalah mobil sport klasik yang istimewa, diproduksi oleh pabrikan Inggris Morris Garages antara tahun 1945 dan 1949. Sebagai model pasca-perang pertama dalam seri T ikonik MG, mobil ini memiliki desain roadster klasik yang menawan. Di bawah kap mesin, terdapat mesin 1.250 cc empat silinder segaris (XPAG) yang menghasilkan sekitar 54 tenaga kuda pada 5.200 rpm. Dilengkapi dengan transmisi manual 4 kecepatan, MG TC mencapai kecepatan tertinggi sekitar 121–128 km/jam.
Jaguar XK120 Roadster (1948)
Diluncurkan pada ajang London Motor Show 1948, XK120 mencetak sejarah dengan langsung menyandang predikat sebagai mobil produksi tercepat di dunia. Keistimewaannya terletak pada desain karya Sir William Lyons yang memukau, menampilkan garis-garis aerodinamis yang mengalir indah serta penutup roda belakang (spats).
Di balik kap mesin yang panjang, tertanam mesin revolusioner 3,4 liter enam silinder segaris dengan konfigurasi dual-overhead-cam yang menghasilkan tenaga 160 tenaga kuda. Dengan total produksi sekitar 7.600 unit model roadster antara tahun 1949 dan 1954, unit-unit dengan konfigurasi awal kini menjadi barang yang sangat langka di kalangan kolektor.
Chevrolet Impala Convertible (1958)
Chevrolet Impala Convertible tahun 1958 pertama kali diperkenalkan sebagai varian tertinggi dari lini Bel Air untuk memperingati hari jadi ke-50 GM. Mobil ini seketika menjadi ikon bersejarah, menampilkan desain lampu belakang tiga elemen yang legendaris serta sasis yang lebih panjang, lebih rendah, dan lebih lebar.
Daya tarik uniknya terletak pada berbagai fitur seperti lampu depan ganda (total empat lampu) dan aksen krom yang melimpah serta berkilau. Dengan pilihan mesin yang mencakup V8 348-kubik-inci yang bertenaga, mobil ini menawarkan pengalaman berkendara yang halus dan penuh wibawa. Mengingat model bodi ini hanya diproduksi selama satu tahun, unit convertible dalam kondisi prima kini sangat langka; hal ini menjadikannya sangat diminati oleh para kolektor, dengan harga jual yang sering kali melampaui angka $100.000.